Thursday, 25 August 2016

Pengejaran hanya akan membuat kita melakukan pengejaran berikutnya

Ada percobaan pada kera, yang menyukai anggur. Kepala kera dipasang perangkat fMRI untuk melihat efek stimulasi pada otaknya terhadap anggur.

Ketika melihat anggur, otaknya sangat terstimulasi, apalagi ketika anggur didekatkan padanya, dan kemudian dipegangnya, dan siap dimakan. Gelombang frekuensinya meninggi, terus naik, terus naik, tetapi yang menarik, ternyata ketika kera itu mamakan mengunyahnya, malah efek stimulasi pada otaknya menurun.

Kera merasa lebih termotivasi dan terstimulasi ketika “mengejar” anggur, dari pada ketika “memakannya”. Pengejaran terhadap sebuah kenikmatan sering terasa lebih nikmat daripada ketika menikmati hal tersebut.

Imaginasi kita lebih kuat dari pada kenyataan yang ada, mimpi kita lebih indah daripada hal yang sebenarnya. Warna nya lebih indah dari aslinya. Keinginan kita terasa lebih kuat dan terasa lebih memotivasi daripada ketika sudah mendapatkannya.

Dalam kehidupan, pengejaran yang menggebu gebu, terasa menjadi hambar ketinya mendapatkannya, yang terasa “hanya begitu saja”.

Baik mobil baru, bonus uang, untung besar, kenaikan jabatan, rumah baru, lulus jadi sarjana, suami kaya, ìstri cantik, dan seterusnya.

Pengejaran hanya akan membuat kita melakukan pengejaran berikutnya, yang tidak ada habisnya. Mungkin kita harus belajar bersyukur dan menikmati apa yang kita punyai
Tanadi Santoso

No comments:

Post a Comment